Take a look: How to Manage Inventory at Your Bussiness

Posted: 9 February 2011 in Uncategorized

“Inventory is waste”

Salah satu metode pendekatan dalam menjalankan usaha adalah Just-In-Time (JIT) atau yang dikenal juga dengan Sistem Produksi Toyota (karena yang pertama memperkenalkan adalah Toyota). JIT memberikan pendekatan sederhana: bahwa inventaris adalah sampah (inventory is waste). JIT dapat memacu proses ‘balik modal’ secara signifikan. Salah satunya adalah karena inventaris dapat meningkatkan biaya-biaya tidak perlu. Prinsip dari JIT adalah “barang yang tepat, di waktu dan tempat yang tepat, dan jumlah yang tetap”. Prinsip ini akan mengurangi biaya produksi secara berlebihan. Sederhananya: Jika toko ATK memperkirakan bahwa setiap harinya akan dapat menjual kertas 10 rim, mengapa mereka harus menyimpan 100 rim?

Dalam JIT, pengusaha akan mendatangkan dan menyimpan barang dalam jumlah yang secukupnya saja. Setelah barang itu terjual atau telah digunakan di dalam output, maka barulah mereka akan mendatangkan lagi barang yang sama. Sehingga apa yang dilihat di sini adalah tidak adanya penumpukan barang di gudang. Pengurangan jumlah barang juga akan mengurangi biaya penggunaan gudang dan mempercepat lalu lintas barang. Tenaga kerja dapat digunakan secara lebih efisien dan satu orang akan dapat mengerjakan beberapa tugas.

Kelebihan penggunaan JIT:

1. Lalu lintas barang menjadi lebih ringan dan mudah dalam pengaturan dan manajemennya.

2. Cepatnya frekuensi lalu lintas barang dapat membuat hubungan dengan supplier menjadi lebih sering karena supplier diharapkan cepat dalam mengirimkan barang.

3. Supply barang datang di saat yang teratur karena tidak adanya inventaris dalam jumlah banyak. Hal ini membuat cost/biaya dari gudang penyimpanan menjadi lebih sedikit.

Kekurangan JIT:

Meskipun demikian sistem JIT membuat supplier dan konsumen rentan terhadap kenaikan jumlah permintaan yang signifikan. Jika di suatu waktu terjadi permintaan yang signifikan sehingga jumlah barang yang tersedia tidak mencukupi karena sedikitnya cadangan di gudang. Ini dapat dicontohkan ketika mendadak ada pesanan kertas 100 rim dalam satu hari karena keharusan mendadak untuk mencetak buku yang tebal dalam jumlah banyak. Hal ini bisa membuat hilangnya ‘keuntungan tambahan’ hanya karena ketidaksiapan stok di gudang. Karena itu sangatlah penting untuk membuat hubungan jangka panjang dibandingkan dengan hubungan jangka pendek dalam mengimplementasikan JIT. (Misalnya dengan menjanjikan pembelian yang kontinyu terhadap lebih dari satu supplier.)

Metode JIT dapat diimplementasikan khususnya pada usaha yang bergerak cepat seperti penyediaan barang-barang dan material. Untuk dapat lebih memahami dan mendalami tentang metode JIT dapat dibaca di halaman wikipedia ini.

Next: The importance of inventory.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s